Selasa, 29 November 2011

Thank's Om Budi

Aku udah sekitar 1 tahun tinggal dirumah Om Budi.

Om Budi adik papaku paling kecil. Sudah menikah. Tapi aku kadang heran dengan hubungan Om Budi dan Tante Rini.

aku udah mulai ngerasa kalau hubungan Om Budi sama Tante Rini udah mulai retak. Puncaknya pada malam itu, suara ribut-ribut terdengar dari kamar depan. Aku coba ngupingin. Rupanya Tante Rini uring-uringan. Om Budi malah lebih sewot. Dan tiba-tiba..

" Jadi,.. kamu pikir aku ini apa..? Dasar laki-laki tak tau malu…"..

" Kau juga,.. perempuan murahan… " maki Om Budi..

" Biarin,… penyebabnya kan kau sendiri,.. kau bisa apa,… berdiri saja tak bisa..

Dasar impoten, be… ",..

Plak… terdengar tamparan keras ke wajah Tante Rini.

belum sempat Tante Rini menyelesaikan kata-katanya…

" Baik.. kalau kau mau.. bunuh saja sekalian.. ,, aku minta cerai,.. " ancam Tante.

" Baik.. besok kita ke pengadilan.. Ingat,… ini rumahku, kau tak berhak tinggal disini.

Sebaikknya kau kumpulkan barang-barangmu, pergi malam ini juga.. " Om Budi tak mau kalah. Benar-benar kacau sekarang.

Malam itu juga Tante Rini pergi. Aku nggak tau mau kemana.

Seminggu setelah kejadian itu, Om Budi memanggilku.

" Ric.. kamu sudah tau khan keadaan sekarang. Sekarang terserah kamu, kalau kau tidak betah tinggal disini, Om tidak memaksa. ".. aku sedih juga melihat keadaan Om Budi.

Om Budi sangat baik, kaya, tapi sayang, keadaannya yang membuat dia jadi prustasi.

" Tidak Om.. saya terserah Om saja, kalau Om masih ingin saya tinggal disini, saya akan tetap tinggil disini. "

" Baiklah kalau begitu,.. Om ada rencana mau mengambil pembatu baru, bagaimana manurutmu.. "..

" Hm.. saya rasa tidak usah Om.. khan kita sama-sama jarang dirumah. Lagi pula khan ada si Mamat . Nggak perlu pembatu lain Om".

" Okeylah kalau begitu. " tukas Om.

Mamat memang sudah lama tinggal di rumah kami. Dia merangkap sopir, penjaga rumah, juga tukang masak. Om Budi yang mengangkat dia tinggal di rumah.

Dulu Mamat kuli bangunan, pernah jadi kuli pelabuhan, dan terakhir jadi pelayan di sebuah restoran. Jadi klop lah. Tampang Mamat memang garang. Tubuh besar, kekar, tapi sangat lugu, maklum orang kampung.

Sejak kejadian itu, aku dan Om Budi makin akrab. Om Budi tak seperti yang ku kira selama ini. Dia juga suka humor. Selisih umurku dengan Om Budi sekitar 7 tahun. Jadi umurnya sekarang sekitar 27 tahun.

Dari segi penampilan, Om Budi cukup ganteng, tinggi, berotot. Cuma aku heran, kok bisa impoten… aku pingin juga membantunya agar bisa kembali cerah, bisa menemukan perempuan yang cocok buat Om Budi.

" Om… saya menyesal juga atas kejadian yang menimpa Om.." aku coba menghibur Om Budi. Om Budi cuma menghela napas.

" Yah.. memang nasibku Ric,.. aku ngak tau. "…

" Maaf Om.. kalau saya berbuat lancang,.. boleh saya bertanya Om.. tapi Om jangan tersinggung. "..ragu-ragu aku mencoba.

" Apa Ric, tanya saja, kita terbuka saja.. nggak ada yang perlu ditutup-tutupi. "..

" Begini Om.. saya rasa, penyebab perpisahan Om sama tante Rini karna Om… karna Om… " aku ragu-ragu menyambung kata-kataku.

" Karna Om impoten ".. sambung Om Budi..

" Iya Om.. apa itu betul..? "..

" Om pun nggak tau Ric,.. terus terang, Om juga pingin seperti laki-laki normal. Bisa.. bisa.."..

" Bisa ngentot Om.. " sambung ku..

" Ya.. bisa ngentot.. ".. kami tertawa serempak..

" Ya,.. bisa ngentot. Om nggak tau, tiap kali Om mau ngentot sama Tante mu, kontol Om langsung loyo,.. nggak bergairah.. "…

" Tapi, kalau sedang menghayal, om bisa tegang, malah Om sering juga ngocok,… nafsu Om termasuk kuat juga Ric… tiap malam Om ke kamar mandi, ngocok..

tapi kalo ngentot sama perempuan, terus terang, Om nggak bisa.. Tapi dengan boneka imitasi, vibrator, dan sejenisnya Om bisa, malah Om bisa bertahan lama, bisa sekitar setengah jam.. malah itu bisa berulang-ulang. ".. aku Om Budi.

" Om Budi punya alat-alat sex seperti itu..? tanyaku,..

" Punya,.. ada beberapa macam. Dari boneka seukuran manusia, mesin yang mirip pepek, kalau kontol kita jepitkan didalamnya, bisa bergoyang, serasa di sedot-sedot. "..

" Wow.. asik banget Om.. aku belum pernah tuch liatnya, apalagi makenya. ".. aku makin penasaran..

" He he he… tapi pepek asli udah pernah kan..? " goda Om Budi..

" Sudah Om.." jawabku malu-malu.

" Mau nyoba Ric..? " tawar Om Budi.

" Mau dong Om.. " jawabku antusias.

" Tapi bonekanya sedang di pinjam teman Om.. "..

" Nggak apa-apa Om.. khan masih ada yang lain. "..

" Okey… kau tunggu disini, biar Om ambil.

Nggak berapa lama, Om Budi kembali dengan membawa kotak besar.

Lalu dibukanya.. " Wow.. kataku takjub "..

Ada memek palsu yang bisa bergerak, sarung untuk kontol, bahkan kontol-kontol tiruan juga ada, dengan ukuran besar-besar…

" Om.. gue pinjam yang ini ", sambil ku ambil pepek palsu yang dilengkapi dengan tenaga listrik. " Aku mo coba di kamar.. "… aku bangkit mo masuk ke kamar.

" Eh.. kok musti di kamar nyobanya,.. disini saja. " tawar Om Budi.

" Emang Loe tau cara makenya Ric..?"

" Nggak Om.. ".. jawabku polos.

"Mh.m.. makanya,.. salah-salah bahaya, bisa patah kontol loe..".. Om Budi tertawa.

" Okey.. sini biar Om ajarin.

Om Budi meletakkan setinggi 50 cm di lantai.

" Nah.. loe duduk di depannya,.. masukkan kontol loe ke dalamnya.. lalu hidupin.

Atur kecepatannya.. mula-mula sedang saja, jangan terlalu kencang… bisa terkejut loe nanti..

" Okey Om.."…Aku langsung membuka celanaku, langsung tersentak kontolku yang sudah dari tadi tegang.

" Wow.. "… seru Om Budi.

" Kenapa Om..?.." tanyaku..

" Gila juga kontol loe Ric… gede banget… bagus.." puji Om Budi.

Aku cuma tersenyum.. Aku duduk di lantai, di depan alat yang diletakkan Om Budi.

Om Budi menyuruh masukkan kontolku kedalam memek tiruan. Hmm… kenyal juga.. Lembut…

" Sudah siap Ric..? Om hidupin nih..".. aba-aba Om Budi..

" Sudah Om.. "..

Alat di depanku mulai bergerak… seperti gerakan memijit, kemudian bergerak maju mundur, pelan. Aku cuma diam… ah… enak juga.

" Loe jangan diam saja Ric.. goyang juga. " Om Budi nyaranin.

" Gimana Om.. gua nggak tau nih.."…

" Oke,.. cabut dulu, biar Om kasi contoh.."..

Om Budi pun melepaskan baju dan celananya,… telanjang di depanku.

Oh… aku terkejut juga. Kontol Om Budi gedenya bukan main. Dengan kepala kontolnya yang mengkilat. Aku heran juga, tapi katanya impoten, kok bisa tegak.

" Om… tuch kontol Om bisa tegang juga,.. katanya impoten.."..

" Nggak tau tuch Ric,.. kontol Om memang sering tegang, gede khan.. nggak kalah dengan kontol mu. Tapi, kalo Om udah mau ngentot, mau masukin ke lobang pepek, langsung layu. itu yang Om nggak habis pikir."

" Mungkin Om kurang pemanasan kali.."

" Pemanasan..? Tante loe dulu bisa nyemprot 3-4 sebelum kami mulai ngentot. Dia bilang, coba kontol Om bisa sehebat isapan, rabaan, dan jilatan Om, pasti dia bisa puas.

Terus terang, Om paling jago kalo soal jilat-menjilat, raba meraba…".. Om Budi tertawa.

" Okey,.. lihat nih.. Masukkan kontol loe, atur kecepatannya… biarkan dulu loe rasain. Setelah cocok, mulai kau ikutin gerakannya… seperti waktu ngentot,.. nah..goyang pelan-pelan.. "..

Ach.. ah.. . mulai terdengar desahan nafas Om Budi..

Om Budi menekan tombol 3,.. mempercepat gerakan.

Goyangan Om Budi makin kencang… asik melihatnya.

" Om.. gue coba dong… " aku udah nggak tahan lagi..

" Okey.. ".. Om Budi mematikan alat tersebut.

Ku pasang lagi, dan kuikuti seperti apa yang dilakukan Om Budi tadi.

Aku mulai menikmatinya.. Kontolku serasa di remas-remas.. asik ..

Apalagi di daerah dibawah kepala kontolku, gesekannya asik banget.

Di sampingku, Om Budi sedang ngocokin kontolnya. Tapi pake alat yang mirip tabung.

Di tengah-tengah tabung ada karet, sehingga kontolnya bisa masuk..

Masing-masing kami sibuk dengan keasikan sendiri.

Aku makin penasaran, kecepatannya makin aku kencangin.. tapi.. kok rasanya agak perih.. sakit.. auch.. tapi enak juga…

" Ah.. Om.. kontolku rasanya lecet nih.. sakit… " keluh ku.

Om Budi cepat bertindak.. dimatikannya alatnya.. dan dicabutnya dari kontolku.

" Pantasan,.. belom apa-apa loe udah stel ke kecepatan tinggi… makanya loe nggak siap.

Sakit kan.. sini biar Om urutin, biar berkurang sakitnya. "..

Om Budi langsung menggenggam kontolku,.. diremas-remasnya kontolku,.. batang kontolku dia elus-elus… lembut,.. ach.. gila juga.. kaya'nya aku menikmatinya juga.

Sakitnya sudah hilang, malah sekarang rasa nikmat yang kurasakan.

Om Budi menghentikan remasannya. Aku kecewa.

" Om… kok berhenti.." kataku..

" Kenapa..? loe suka.. ? ".. tanya Om budi..

" Iya Om.. remasan Om enak,.. kalau Om nggak keberatan,.. elus lagi Om kontolku… "

" Hm.. oke.. sini, katanya..

Kami duduk berhadapan, makin dekat. Ku buka selangkanganku lebar-lebar dihadapannya. Om Budi mulai menggemgam batang kontolku dengan tangan kanannya.

Mulai meremas-remas, membelai,.. asiknya..

Di main-mainkannya daerah V terbalik yang terletak tepat di bawah kepala kontol. itu memang tempat yang nikmat untuk di raba.

Aku makin terlena dengan kocokan Om Budi…kuimbangi gerakan tangan Om Budi dengan gerakan pinggulku..

Posisi kami makin lama makin merapat.. Om Budi tiba-tiba menyilangkan kakinya.

Menindih kakiku. Kaki kanannya dibawah paha kiriku, sedang kaki kirinya diatas paha kananku. Dan kontol kami beradu.. kalau tadi dia cuma menggemgam kontolku, kini kontolku dan kontolnya di genggamnya sekaligus..

Akupun pingin ngerasakin. Aku genggam kontol Om Budi dengan kedua tanganku, mulai ku kocok.. hm… enak juga rasanya.. hangat berada didalam tanganku.

Kami saling kocok-kocokan kontol. Posisi kami betul-betul dekat. Keningku beradu dengan keningnya, hidung kami juga bersentuhan.. kurasakan nafasnya disekitar wajahku.

Entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja tanpa sadar bibirku sudah dikulum Om Budi. Ini pengalaman baru buatku,.. dicium oleh cowok. Tapi nikmat. Hm… hebat juga ciuman Om Budi.. Dengan ganas, dilumatnya bibirku, aku tak mau kalah,.. kumainkan lidahku didalam mulutnya,.. Serasa mulutku disedotnya. Kemudian Om Budi melepaskan ciumannya. Tapi gerakannya makin liar, bibirku dijilatinnya, dikulum… hmm.. asik..

Kami saling berangkulang saling meraba, sementara bagian bawah, kontol kami saling bergesekan. Nikmatnya.. auh.. ah..

Om Budi mulai menciumi leherku, dadaku. OH.. putting susuku di mainkannya, dijilatinnya,.. asiknya… biasanya aku yang menjilatin putting susu, sekarang putting susuku yang dijilatnya..

" Oh Ric.. nikmatnya… kau suka..? ".. tanya Om Budi dengan desahan napas yang terputus-putus, sudah terbawa nafsu birahi yang tinggi..

" Suka Om.. asik… "..

" Ayo.. cumbui Om lagi.. "…

Aku mulai menjelajahi tubuh Om Budi.. menjilati dada, putting susunya..

" Ric.. bangkit Ric.. Loe duduk di kursi.. ".

Aku turuti perintah Om Budi..

Om Budi langsung memelukku.. mendekapku.. aku pun tak mau kalah..

Ku raba tubuh Om Budi.. kuremas-remas pantatnya yang kenyal, seperti yang kulakukan saat ngentot sama cewek… oh.. asiknya..

Ciuman Om Budi makin lama makin kebawah..

Dan…

Auch……. Aku melenguh panjang..

Om Budi jongkok di depanku, dan… kontolku sudah berada di mulutnya..

Di kulum-kulumnya kontolku, batangnya dijilatinnya,… dipompa-pompanya mulutnya di kontolku,.. keluar masuk… hebat…

Om Budi dengan rakus menyedot-menyedot kontolku,.. mengulumnya sampai ke pangkal kontol. Nikmatnya…

" Oh..ah.. Om.. hebat Om.. eunak… belum pernah ada yang ngisap kontolku seenak ini..

Terus Om… lebih kuat sedotnya Om.. ".. lenguhku..

Om budi makin semangat… Buah kontolku yang bulat, dan berbulu lebat juga dikulumnya.

Dimain-mainkannya di dalam mulutnya… Aku mulai menggoyang-goyangkan badanku.. sambil kupegang kepalanya.. auh… ah…. Lagi Om…

Ku buka kakiku lebar-lebar supaya Om Budi makin leluasa.

Oah… lobang pantatku dia jilatin.. aku mendesar perlahan saat lidahnya menyapu bersih daerah sekitar lobangnya.. dengan kedua tangannya dia sibakkan bulu-bulu yang menutupi lobang pantatku… Lidahnya dengan liar digesek-geseknya..

" Ah.. ".. aku terpekik..

Lobang pantatku di tusuk dengan jari telunjuknya.. perih… tapi aku diam saja.

Melihatku diam.. Om Budi melanjutkan aksinya.. dia mulai keluar masukkan jarinya dilobangku.. lama-lama asik juga.. aku menikmatinya..

Om Budi mencabut jarinya.. dan dimasukkannya jarinya kedalam mulutnya.. menjilatin bekas lobangku.. kemudian dia basahkan lagi jarinya dengan ludahnya,.. mulai dia masukan lagi… setelah agak lama, dia jilat lagi.. saat hendak menjilat lagi.. aku tarik tangannya..

Jari telunjuknya langsung aku sambar.. aku cium.. hm.. harum juga lobang pantatku.

Om Budi menyodorkan ke mulutku,.. langsung aku jilat.. enak..

Kemudian Om Budi bangkit,.. berdiri di hadapanku… menyodorkan kontolnya yang gede, sedang berdenyut-denyut di hadapan mukaku.

Aku mengerti apa yang diinginkannya.

Dengan sigap, aku genggam, dan aku jilatin kepala kontolnya,.. kemudian batangnya..

Kulumuri batang kontolnya dengan ludahku… makin basah.. makin nikmat..

Terasa asin kontol Om Budi, mungkin karna cairan bening yang keluar dari lobang kontolnya. Kumasukkan setengah batangnya kemulutku, ku keluar masukkan..

Om Budi mendesakku,.. langsung seluruh batang kontolnya masuk kedalam mulutku,..

Aku hampir tersedak.. tapi langsung aku kulum..

Disandarkannya kepalaku di kursi,.. dia mulai mengoyang-goyangkan badannya.. maju mundur dalam mulutku.. asik…

Ah.. auch… enak Ric… sedot terus……

Dia berhenti…

" Kenapa Om…" tanyaku..

" Om mau keluar nih… " rintihnya..

" Keluar kan saja Om.. gue suka kok ngisapin mani.. enak.. "..

" Okey.. "..

Om budi makin mempercepat gerakannya.. dan tiba-tiba..

Crot - crot… tersembur maninya di mulutnya.. asik… hangat.. kental..

Kontolnya kau kocok kuat-kuat.. biar lebih banyak mani yang keluar..

Aku kuras isi kontolnya..

Hampir semua tumpah dimulutku.. tapi sebagian jatuh di perutku,.. banyak…

Om Budi terus mendesah.. merasakan kenikmatan yang tiada tara..

Dan diapun terkulai lemas disampingku.

Sisa maninya yang berada di dadaku, aku bersihin dengan jariku, aku jilat,

Kuoleskan ke kontolku,.. ..

" Om.. udah pernah ngersain mani..? ".. nih.. coba mani Om sendiri..

Om budi lansung menyambar kontolku yang berlumuran mani.

Dia jilat dengan rakus..

" Oh.. asiknya… Om juga harus merasakan rasa mani loe.."..

" Boleh Om.. kataku….'

"Ric… kentotin Om… Om pingin rasain kontol loe keluar masuk di lobang pantat Om.."..

" Iya Om.. gue juga pingin ngentot lewat pantat.. " sahut ku..

Om Budi merubah posisi duduknya.. di buka lebar-lebar selangkangannya.. biar mudah masuk kontol Eric kedalamnya.

Eric lansung berdiri dan mengarahkan kontolnya..

" Ric… masa loe mau langsung ngentot.. pemanasan dulu dong. Om khan belum pernah kena kentot… " kata Om Budi..

" Oh iya.. lupa… " kata ku.

Aku jongkok di depan Om Budi… menciumi kontolnya, terus kebawah..

Kontol Om Budi sudah tegak lagi… padahal baru sebentar tadi mancut..

Di lobang pantatnya, kumain-mainkan lidahku dengan liar… asik banget.. harum.. nggak kalah enaknya dengan lobang pepek.

Ku buka lebar-lebar lobangnya, kutepisi bulu-bulu jembut yang menutupi.

Kuludahi lagi, biar basah dan mudah menyibak jembutnya..

Setelah tampak… lobang merah merekah,.. pasti asik nih kalau di kentot..

Aku mulai memasukkan jari tengahku… sedikit demi sedikit,.. ku keluar masukkan..

Om Budi bersardar di kursi sambil memperhatikan apa yang sedang kulakkan dengan lobang pantatnya..

" Ah… enak Ric.. lebih dalam sodokin… " pintanya..

Aku makin kencang menjelajahi lobangsan, sambil ku jilatin, kuludahi …

Om Budi sepertinya pingin juga… diraihnya jari tanganku dari lobangnya,.. langsung diisapnya…

" Oh.. enak… …."..

Dengan sedikit menunduk, diludahinya lobang pantatnya sendiri..

Makin basah… aku sebarin ludahnya disekitar lobangnya,.. dan mulai aku jilatin lagi..

:" Ric.. enak nggak ..? " tanya nya..

" Asik Om.. segar… .. "… jawabku

" Masukkan masukan dua jari loe.. biar makin enak..".. pintanya..

Aku memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ku bersamaan..

" Ah.. pelan-pelan Ric.. uah… "…

Di tuntunnya jariku,.. dia sendiri yang mengarahkan jariku ke lobangnya..

Akhirnya.. kelihatan lobangnya makin besar.. makin elasts..

" Om.. kelihatannya sudah bisa tuch buat di kentotin.. " kataku sudah nggak sabaran..

" Okey.. ".. katanya.

Aku bangkit dan mengarahkan kontolku..

" Sini.. Om basahin dulu kontolmu,.. kelihatan kering tuch.. " katanya..

Di kulumnya lagi kontolnya.. aku makin terangsang….

Dilumurinya ludahnya keseluruh batang kontolku..

" Sudah siap untuk mengebor tuch Ric.. ".. candanya..

Aku tuntun kontolku kebawah.. dan mulai mencari sasaran..

Dapat… lobangnya aku tekan, sempit juga..

Om Budi menaikkan kedua kakinya ke pundakku… sementara kedua tangannya membuka belahan pantatnya..

Kepala kontolmu mulai masuk.. auk diamin sebentar..

" Terus Ric.. jangan lama-lama… gua udah nggak tahan nih.. "..

Kudorong lagi… bles.. separuh kontolku sudah berada didalam..

" ah…. Hm….

Walaupun belum semua batang kontolku masuk, aku mulai memaju mundurkannya.. Asik… lobang Om Budi akhirnya aku yang memerawaninya.

" Auhc… terus Ric.. lebih cepat.. ah.. enak…… " Om Budi mulai berteriak..

" Masukin semua batang loe,.. sampai kepangkalnya Ric.. .. cepat.. auch.. ah.. "…

Dengan sekali sentakan.. bles…. Langsung amblas kontolku..

Aku diam sebentar.. begitu juga Om Budi.

" Sorry Om.. terlalu keras ya.. "..

" Ah.. nggak Ric.. eunak betul.. lagi Ric.. lebih keras lagi.. "…

Om Budi langsung memelukku.. mengulum bibirku.. kubalas dengan kuluman yang tak kalah nikmatnya..

Mulailah aku keluar masukkan kontolku….

Ach.. oh… asik Om… ini baru benar-benar ngentot namanya..

Ya… terasa sekali kontolku digesek dalam lobangnya..

Sambil bergoyang,,.. ku ciumin bibir, kemudian leher Om Budi.

Sampai di Dadanya.. ku jilatin putingnya.. kumain-mainkan dengan lidahnya..

Tanganku pun menggenggam kontolnya,.. kukocokil lagi..

"Oh.. Ric… ".. Om Budi cuma bisa mendesar.

Di dekapnya kepalaku… tanganya meraba seluruh tubuhku..

Pantatku dia remas-remas…. Tiba di lobang pantatku,.. terasa jari tangannya berada dalam lobangku.. asik..

" Ric.. Cabut kontol loe.. ganti posisi.. "..

" Gimana Om.. " tanyaku..

Setelah ku cabut kontolku, aku langsung dididukinya di kursi..

Dia duduk diatasku.. Dinaikinya sedikit pantatnya..

Aku mulai mengerti. Dipegang kontolku.. aku menahan pantatnya..

Kuarahkan lobangnya tepat di atas batang kontolku,.. dan kuturunkan sedikit,.. kepala kontolku sudah masuk kedalam, dan Om Budi langsung menjatuhkan pantatnya..

" Ah.. " desahku..

Terasa betul gesekan kontolku…

Om Budi mulai turun naik diatasku.. aku juga bergerak , mendorong ke atas.

Dihujam-hujamkannya kontolku ke liang pantatnya yang padat. Aku merasakan kenikmatan yang terangat sangat. Ia berhasil memberiku kenikmatan hingga tak beberapa ..

" Om.. gue udah mo keluar nih.. ", kataku..

" Okey… ".. dia makin mempercepat gerakan pantatnya..

Kemudian Om Budi bangkit dan menyambar kontolku.

Dikocok-kocoknya bantang kontolku dengan cepat… dan..

Crot.. crot.. keluar maniku,.. mengenai sedikit wajahnya..

Dia membuka mulutnya lebar-lebar.. menampung semburan kontolku..

Aku tak ingin semua maniku dinikmati oleh Om Budi..

Ku arahkan kontolku yang masih dikocoknya dengan cepat dan kusemburkan maniku ke tubuhnya.. oh.. asiknya…

Setelah selesai.. auk langsung peluk Om Budi… dan menikmati sisa maniku.

Om Budi sedikit nakal.. diolesinya maniku ke kontolnya ..

Ya.. terpaksa aku jilatin juga kontolnya..

" Ric.. gue pingin juga ngentotin elo.. elo mau khan..? " pintanya..

" Boleh Om.. kataku.."…

Om Budi melakukan seperti yang aku lakukan padanya tadi..

Setelah pemanasan.. sedikit demi sedikit, kontolnya mulai masuk ke lobangku..

Mulai keluar masuk dengan cepat..

Tapi tiba-tiba Om Budi berhenti..

" Gue baru ingat..".. kata Om Budi..

" Apa Om.." tanya ku penasaran..

" Si Mamat kita ajak saja.., lebih ramai khan lebih asik.. ".. saran Om Budi..

" Boleh Om.. pasti asik.. kita kentotin si Mamat sampe lemas.. he he he.. " kataku..

Tanpa melepaskan kontolnya dari pantatku.. Om Budi berteriak..

" Mat.. Mamat… " teriak Om Budi..

" Mat.. cepatan kemari.. ". ulang Om Budi..

Dari kamar belakang Mamat tergopoh-gopoh berlari ketempat kami..

Mamat kelihatannya baru saja bangun tidur,.. dia cuma pakai sarung doang..

Sampai di dekat kami.. dia terkejut… tapi dia pura-pura cuek..

" Ada perlu apa Den..".. katanya..

" Den Budi sama Den Eric sedang…. "..

" Ya… kami sedang ngentot nih.. ".. sambungku..

" Asik Nih Mat..'.. sela Om Budi..

Om Budi mencabut kontolnya, lalu duduk disampingku.

" Sini Mat… isap kontolku.. ".. katanya..

Mamat bergedik..

" Maaf Den.. saya takut,… nggak pernah .."..

" Nggak apa-apa Mat,.. asik nih.. ".. kataku..

Aku langsung mengisap kontol Om Budi… kulihatkan ke Mamat gayaku waktu mengisap, ku mainkan lidahku dikepala kontolnya, lalu ke batangnya… kemudian kumasukkan semua batang kontolnya kedalam mulutku..

"Asik nih Mat.,.. ayo kemari.. ".. tawarku..

Akhirnya Mamat maju juga,..

Dia jongkok di depan Om Budi.. tapi cuma diam.

" Ayo Mat.. apalagi..isapin tuch. ".. kataku..

" Saya nggak tau Den caranya.."..

" Okey.. ikutin instruksi gue.. ".. kataku..

" Pertama… genggam kontolnya,.. sudah.. "..

Mamat mulai menggenggam kontol Om Budi..

Om Budi tersenyum melihat apa yang aku dan Mamat perbuat. " setelah itu cium kepala kontolnya,.. jilatin… basahin sama ludah loe.. kemudian jilatin juga batangnya..

Mamat mulai menjilat-jilatin batang kontol Om Budi.

Mula-mula agak kaku,.. tapi.. lama-lama Mamat mulai terbiasa dan menikmatinya..

Dan… kontol Om Budi yang gedu sudah ditelannya semua kedalam mulutnya..

Aku mememluk Om Budi dan mencium bibirnya..

Om Budi membalas memelukkan dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya dibelakang kepala Mamat sambil di dorong-dorong ke dalam kontolnya..

Aku bangkik dan kupeluk Mamat yang sedang nungging dari belakang.

Aku ikut juga mengisapin kontol Om Budi..

Kalau Mamat mengisap bantangnya, aku kulum buah pelirnya. Begitu juga, bergantian..

Aku juga meraba tubuh Mamat dan kumasukkan tanganku ke colornya.. wow.. tak tanggung besarnya kontol Mamat, betul-betul sudah tegang dan berdenyut-denyut.

Segera kulepaskan colornya. Dengan sedikit jongkok aku mulai emut-emut kontol mamat. Mamat Keasikan..

Puas mengisapin kontol mamat, aku naik kebelakangnya.

" Om.. Gue duluan ya ngentotin mamat, kataku sambil meremas-remas pantatnya..

" Boleh.. abis loe, nanti giliran Om..

Sini Om bantu masukin kontol loe. " katanya..

Lobang Mamat dibuka lebar-lebar oleh Om Budi.

Aku jilatin dulu lobangnya sambil kubasahin pake air ludahku. Dan Om Budi menjolok-joloknya pakai jarinya.

Setelah siap, kontolku di pegang Om Budi dan aku mulai mendorongnya ke depan.. mh…mm.. emm..

Mulai masuk sabagian batang kontolku, dan kukeluar masukkan..

Tiba-tiba.. langsung ke dorong kontolku kuat-kuat hingga masuk seluruhnya kedalam lobang Mamat.

"Auch.. "Mamatd an Om Budi menjerit tertahan..

"Mat,.. kalau ngisapin jangan pake di gigit segala dong,.. bisa putus kontolku nanti.. ".. kata Om Budi.

" Sorry Den,.. abis Den Eric tiba-tiba saja masukin kontolnya ke pantat saya, kan saya jadi kaget…

" Den Eric.. lagi Den.. enak benar..lebih kuat lagi Den kocokannya.. "..

" Beres tuch Mat.."… kumaju mundurkan kontolku..

Mamat juga tak diam.. dia dorong juga pantatnya maju mundur berlawanan dengan doronganku.

Om Budi memeluk pantatku dan ikut membantuku mendorong, sehingga kontolku betul-betul tergesek di pantat Mamat..

Tidak berapa lama,

"Ric.. Gantian dong, giliran gue sekarang.. " kata Om Budi. Mamat aku suruh berdiri dan duduk di pangkuan Om Budi dengan posisi membelakangi.

Aku pegang kontol Om Budi, sementara Om Budi menahan pantat Mamat,.. setelah pas posisinya,.. bles.s.

Mamat terpekik keenakan..

Dengan liarnya dia memompa-mompakan, turun naik..

Aku berdiri didepan Mamat dan kusodorkan kontolku ke arah mamat… mamat langsung mengisapnya.

Om Budi juga ikut mengisapin kontolku.

Aku sepertinya belum puas ngentot.. aku jongkok , terus aku isapin kontol mamat,.. dan lobang Om Budi aku jilatin…. Kubuka lebar-lebar kaki Om Budi.. dan kuarahkan kontolku ke lobang pantatnya..

" Oh.. Ric.. Asik… Ric… ".. kata Om Budi..

Kini Om budi benar-benar puas, bayangkan saja..

Dia asik ngentotin Mamat yang sedang duduk diatasnya,.. sementara dari depan, aku kentotin dia..

Sambil ngentotin Om Budi, aku juga ngocokin kontol Mamat.. asik..

" Oh..gua udah mau keluar nih.. ".. desah Om Budi..

" Gua juga Om.. ".. kataku..

Mamat bangkit dan aku juga melepaskan kontolku..

Berdua kami kocokin kontol Om Budi..

Dan.. Croot..crott… tersemburlah..

Berebutan aku dan Mamat menampung tumpahan mani Om Budi… Setelah habis, sekarang giliranku.

Aku berdiri, sementara mamat dan Om budi duduk di kursi.. mereka pun melakukan hal yang sama pada kontolku..

Setelah aku dan Om budi keluar..

" Den.. kontol saya masih tegak nih.. boleh nggak saya ngentotin aden-aden.. '.. tanya Mamat..

"Kentotin gua aja mat.. " sela Om Budi..

Om budi nungging dengan naik di kursi..

Mamat mulai menyodok kontolnya.

Setelah masuk.. dengan sentakan-sentakan cepat dan kuat dimaju mundurnya kontolnya..

" Hmm. Auch.. rasakan nih kontolku… terus.. ah..

… sepertinya asik di kentot sama Mamat.. aku juga pingin… kini giliranku di kentoti Mamat,..

"auh.. aueh.. enak Mat.. lagi.. "..

Waktu Mamat mau keluar, kami suruh dia tiduran.. diatasnya kami koncokin.. tumpahan maninya kami sebarin disekitar kontol dan perutnya..

Aku dan Om Budi menjilatinya dengan rakus.. oh.. nikmatnya.. tak terkira..

Setelah permainan pertama usai..

" Den.. kalo mau ngentot lagi, ajak Mamat ya..

Asik juga rupanya ngentot sama cowok.. saya pingin lagi nih.. " kata Mamat..

Aku sekarang bingung… percobaan yang baru saja aku lakukan dengan Om Budi dan Mamat memang memberiku kenikmatan yang tiada tara.. Malah bisa kukatakan, ngentot sama Mamat dan Om Budi lebih enak dari pada ngentot sama cewek. Soalnya, kalo ngentot sama cewek, aku yang sibuk menggoyang, mereka kadang cepat lemas, lain halnya dengan Om Budi dan Mamat,.. goyangan mereka asik.. terasa benar gesekan kontolku dengan lobangnya..

Oh God.. What's wrong with me

What am I gonna do now.. please help me..

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.