Minggu, 29 Januari 2012

Aktualisasi Seorang Gay

Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening berkerut bahkan meludahi atau bahkan memakiku, keduanya membuat aku mendapatkan kepuasan yang optimal. Biasanya aksi ekshibisinos itu aku akhiri dengan ngloco abis abisan sampai muncrat tuntas baik didepan yang menonton atau nantinya dalam perjalanan pulang maupun setelah pulang ke kamar kost.

Nggak usah munafik deh! 99% bila anda seorang homo sejati pasti pernah melakukan hal tersebut dan sangat menikmatinya juga bukan?, bila jujur kata elo belon pernah melakukannya, lakukanlah segera pasti anda mendapatkan pengalaman yang..... ruaarr biasa. Malam itu aku berjalan disekitar keramaian para pekerja jalan tol yang nggak rampung rampung di bilangan Bintaro Jakarta. Memakai kaos ketat ngepas ke badan robek di bagian dada membuat pentil susuku yang merah jambu mengintip nakal dari balik robekan tersebut dan memakai celana torn jeans tanpa celana dalam, robek dibagian buah pantat dan dikedua lutut dan pinggir luar paha atas menampilkan kemulusan tungkaiku yang putih bersih.

Berjalan diantara kelompok pekerja kasar dewasa muda yang dalam waktu lama terpaksa menahan mengentot melepaskan beban timbunan pejuh didalam kontol dan biji peler mereka merupakan pengalaman yang sangat menggetarkan karena secara spontan mereka akan memperhatikan isyarat seksual yang terpancar dariku dan terdengarlah komentar nakal dan jorok berhamburan dari mulut mereka. Aku cuek aja, bahkan sengaja berhenti dan nongkrong disekitar mereka, sambil merokok bertumpu pada timbunan riol beton yang belum terpasang, pantatku sengaja aku ekspose kebelakang, santai memandang mereka yang lalu lalang dan bekerja dilokasi tersebut.

Memandang para pekerja kasar dengan otot menggelembung berkeringat basah membuat pakaian mereka lengket ketubuh mencetak setiap lekuk dan tonjolan otot merupakan sumber inspirasi erotik tersendiri pula bagiku. Kontolku segera saja mulai berdenyut denyut ngaceng dan lobang pantatku ngempot ngempot kaya ayam mau bertelur... akh. Puting susuku aku usap aku pilin sambil menatap kepada kelompok pekerja tersebut membuat kontolku semakin ngaceng membentuk tonjolan dicelana jeansku yang ngepas itu dan kepala kontolku mengintip dari robekan celana tersebut. Kini tonjolan batang kontol dicelana jeans aku belai aku genggam dengan gemas membuat buliran pre cum keluar dilobang kencing membentuk wet spot, noda basah, dicelana jeans

"Lagi ngloco ya" seorang pekerja mendekatiku
"Hnnggh..."
"Pantat loe mulus banget" dia menghampiriku
"Hnnggh..."
"Ngloco bareng yok" bisiknya dikupingku sambil tangannya yang kasar meraba mengelus daging buah pantatku yang tampak dari robekan celana jeansku

"Hnnggh... dimana?" tanyaku berbisik juga sambil masih mengelus elus batang kontolku sementara noda pre cum semakin melebar dicelana

"Noh, didalam bedeng" jawabnya singkat sementara tangannya masuk kedalam baju kaosku merayap kearah buah dada memilin milin pentil susuku, tangan yang satu lagi masih didaging buah pantatku menyelusupkan jarinya yang gede berbuku kapalan kearah lobang pantatku... arrggh

"Hnnggh, ayo dah... gue udah gak tahan neh" Didalam bedeng mulutnya segera mencipok mulutku, menjilat leher dan belakang kupingku membuat jejas jejas cupang dikulit leherku, membuat aku menggelinjang menggeliat geli dan dia mengisap menggigit dan menjilat pentilku yang keluar dari robekan baju kaos ketatku, serasa aku melambung melayang mengawan diangkasa karena diperlakukan demikian oleh pekerja yang satu ini. Tanganku menggenggam meremas dan meloco kontolnya yang ngaceng tegak keluar dari celana bututnya, semakin kuat semakin kencang kocokanku dikontolnya semakin mengembang berdenyut mekar pula kontolnya demikian pula kontolku.

Kedua kontol kami beradu bergesekan dan diloco dalam genggamannya sambil terdengar erangan desahan dan lenguhan erotik keluar dari pangkal lehernya dengan jakunnya yang gede naik turun. Aku baru sadar tenyata ada dua orang pekerja yang sedang beristirahat tiduran didalam bedeng, mereka menonton permainan ngloco bareng aku dengan teman pekerja tersebut... mereka memandang tak berkedip pada tubuh kami yang saling berpelukan bergesekan dan saling menggeliat penuh gelora nafsu birahi. Perfect, saling masturbasi ditonton oleh lelaki lain, itulah yang diidamkan seorang ekshibisionist sejati.

"Hhooh... sshh... akhh... hhooh gua mo mancrut"
"Hnngghh... sshh... oh, yes, gua juga" kataku
"Ssshh... isepin kontol gua, mo mancrut di mulut loe.. arrggh.. sshh.. ohh... homo doyan kontol"

Aku jongkok didepannya kontol ngaceng gede item berkilat berkeringat campur pre cum yang banyak, hap, kontolnya ku tangkap dengan mulutku dan...

ccrrooth...ccrrooth... ccrrooth... berulang kali pekerja itu mengejangkan badannya hingga menggigil bergetar sambil menumpahkan pejuhnya yang kental anget legit kedalam mulutku bahkan sampai berceceran di daguku, slurrpp... ceceran pejuhnya aku jilat dengan lidahku, dan slurrpp lagi... sisa pejuh di lobang kencingnya yang terbuka lebar aku jilat lagi setelah lobang kencingnya aku kilik kilik dengan ujung lidahku sementara aku ngloco kontolku sekuat kuatnya sampai

arrgghh... arrgghh... akupun muncrat abis abisan membuat celana torn jeansku berlumuran pejuhku sendiri didepan tatapan nanar kedua pekerja yang sedang menonton kami melakukan ngloco bareng, mutual masturbation, di dalam bedeng.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.