Rabu, 25 Januari 2012

Kuli Gudang Dolog

Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku melihat para kuli itu bekerja membuat aku melangkah masuk keareal gudang tersebut dengan perlahan dan mencari tempat bernaung dari teriknya matahari sore dibawah selasar gudang tersebut. Sambil menyalakan sebatang rokok aku duduk memperhatikan kelompok kuli tersebut, ada sekitar 12 orang laki laki kekar berotot menonjol kenyal, telanjang dada, kulit hitam berkilat terbakar matahari, basah kuyup mandi keringat dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, membuat celana yang mereka pakai lengket ke kulit sehingga membentuk cetakan otot paha, otot betis dan pantat mereka terlihat dengan jelas demikian pula tonjolan kontol mereka dari batang sampai kepala kontol tampak tercetak sempurna dibalik celana basah kuyup mereka masing masing, membuat kontol dan lobang pantatku mulai berdenyut denyut, horny, memandang pemandangan yang menggairahkan nafsu homoku yang mulai menggelegak, ahh... Aku tahu pasti, tak satupun dari mereka yang memakai celana dalam ! Seperti halnya pekerja kasar lainnya umumnya tak mau direpotkan dengan celana dalam maupun penampilan mereka, berpakaian seadanya, toh tak satupun dari masyarakat yang memperdulikan keberadaan mereka apalagi penampilan mereka, hanya yang diperlukan tenaga kasar mereka, lain tidak. Ada 2 orang kuli yang sangat aku perhatikan, keduanya berumur sekitar 20 an tahun, berambut tebal gondrong sebahu, memakai anting logam di telinga kiri, dada bidang dengan otot pectoralis menggelembung dihiasi puting susu item besar melenting, demikian pula bahu mereka yang kekar dengan otot deltoideus juga menggelembung, perut six pack rata bagaikan papan cucian, pinggang ramping. Yang seorang hanya memakai celana jeans belel cut off, robek disana sini, ketika setiap kedua tangannya terangkat keatas menerima karung beras dipundaknya yang kekar maka tampak olehku kepala kontolnya yang besar bagaikan muka anak anjing baru lahir menyeruak mengintip dari balik pinggir celananya. Yang seorang lagi memakai celana boxer butut, sudah tipis bahkan robek dibagian buah pantatnya, sedemikian tipisnya sehingga keringat yang membasahi celananya membuat tak ada bagian tubuhnya yang tak telihat lagi, jembutnya yang item tebal bahkan urat kontolnyapun terlihat jelas dibalik celananya yang tipis itu... shh, aku berdesis sambil mengusap tonjolan kontolku yang mulai memberontak di dalam celana minta keluar ketika melihat mereka silih berganti berseliweran didepanku, membayangkan bagaimana perkasa dan kuatnya mereka bila mengentotiku, ingin rasanya segera aku menghamburkan diriku ke selangkangan mereka mengemuti menjilat dan menelan kontol gede itu aww... mau dong. Tanpa kusadari hari telah beranjak malam, ketika truh terakhir telah meninggalkan areal gudang dalam keadaan kosong dan kelompok kuli bubar, sebagian menuju kamar mandi di belakang gudang untuk membersihkan diri dan tiba tiba:

"Minta rokoknya dong"

ternyata kuli yang aku taksir telah berdiri tepat dibelakang punggungku bersama temannya

"Boleh, asal tukeran dengan cerutu ini" jawabku sambil memberikan rokok padanya dan sebelah tanganku mengusap tonjolan kontolnya

"Isep dah kalo elo demen" katanya sambil menghidupkan rokok pemberianku dan menyorongkan kontolnya lebih dekat lagi kearah mukaku yang sedang duduk di selasar gudang itu Kontolnya mulai membesar akibat belaian jari jemariku, dan kesempatan emas tak aku sia siakan, akupun mulai membebaskan kontolnya dari kekangan celana jeans belelnya.

Kepala kontolnya aku jilat dengan perhatian khusus pada lobang kencingnya, demikian pula batang kontolnya yang semakin mengeras aku jilati dengan nikmat dan sampai ke buah pelernya yang gede kaya granat tergantung aku emut

"Buset gede bangeeet, ini daging atau tulang?" aku terpesona melihat kontol kuli itu
"Mana gedean dengan yang ini"

Shrieeek temannya merobek celana boxer bututnya tepat dibagian depan sehingga kontolnya yang udah ngaceng berat karena melihat aksiku pada temannya ploph!... melompat keluar dan segera menyodorkannya kearah mulutku untuk diservis, jadilah dua buah kontol gede bergantian keluar masuk mulutku dan kadang kadang sekaligus berebutan masuk sehingga mulutku terkuak lebar untuk dapat menampung kedua kontol gede kuli tersebut. Semakin lama semakin dalam aku isep kontol tersebut sampai menyentuh pangkal tenggorokanku, dan semakin hot pula kedua kuli tersebut menyodokkan kontolnya sampai :

"Sep, gue pengen entotin boolnya" kata kuli tersebut pada temannya yang memakai celana boxer ternyata bernama Asep
"Iya, hajar aja Din" jawab Asep pada si Udin yang memakai jeans belel cut off yang sudah merosot sampai pertengahan pahanya Udin melepaskan kontolnya dari mulutku dan beranjak kearah pantatku, pinggangku ditarik sehingga doggy style sementara kontol Asep masih menyumbat mulutku dan shriieek celanaku dirobeknya dibagian pantat kemudian lidahnya mulai menjilati membasahi lobang pantatku dengan ludahnya.

Ouch! kini jarinya yang gede berbonggol, kapalan, masuk kedalam lobang pantatku, satu jari, dua jari, dan oww tiga jari gede berbonggol kapalan keluar masuk melebarkan lobang pantatku. Aku menggeliat menggelijang akibat permainan jari udin dilobang pantatku sementara kontol Asep semakin dalam masuk melewati pangkal tenggorokanku, jembutnya yang item tebal menggelitik lobang hidungku dan aroma jantan campur keringat dan bau kencing yang berasal dari selangkangannya menambah gairahku.

Tanpa menunggu lebih lama lagi kepala kontol Udin yang gede kaya helm nazi itu mulai menerobos lobang pantatku dan dilanjutkan dengan genjotannya yang semakin lama semakin buas bagaikan banteng jantan muda perkasa mengentotin betinanya diiringi dengan desahan, erangan dan lenguhan kenikmatan yang tak terperikan. Asep juga tak kalah binalnya menjambak rambutku dan mengentoti mulutku dengan kontol kudanya item gede berkilat berurat gede. Kecipak kecipok ploph suara kontol basah keluar masuk mulut dan lobang pantatku sementara kontolkupun ngaceng berat terangsang oleh entotan kedua itu, mataku terpejam nikmat merasakan kejantanan kuli tersebut yang berdenyut hidup merojok tubuhku dari depan dan belakang sampai sampai tanpa kusadari ternyata permainan kami bertiga telah ditontoni oleh kuli angkut yang lain yang telah selesai mandi. Mereka mengitari kami dengan kontol ngaceng keluar bertonjolan dari celana masing masing, ada yang ngloco sendirian ada pula yang saling melocoin temannya dan

"Gue ikutan ye" kata seorang kuli yang berumur 30 an tahun dengan kontol sangat panjang, sekitar setengah panjang pahanya
"Gue juga doong" kata kuli yang lain Kini kami berobah posisi,

Asep berbaring dilantai gudang dengan kontol gedenya tegak ngaceng kaya tugu Monas, aku duduk menunggangi kontolnya menghadap kerah mukanya sambil mengisep puting susunya yang item gede melenting. Udin mengangkangi kepala Asep dengan kontolnya disodorkan untuk dilumat oleh mulutku sementara biji pelernya dijilat jilat Asep, wow... sebuah kontol ikut masuk bersama kontol Asep yang sudah berada lebih dahulu di dalam lobang pantatku sehingga lobang pantatku terkuak lebar, arrghh atiiit mas, tapi ueenaak... aku meracau. Kontol panjang kuli yang beusia 30 an tahun mengembat lobang pantat Udin dan terkadang keluar dan melalui selangkangan Udin ikut bareng masuk kedalam mulutku bersama kontol Udin, jadilah kontolnya kelauar masuk pantat Udin, mulutku, pantat Udin, mulutku. Keringat kuli tersebut membanjiri tubuhku membuat gesekan kulit kami terasa licin menambah rangsangan tersenditi pula

"Enh... entot yang kerh... yang keras, maaas" dasahku diantara sodokan kontol dimulutku
"Anjing, babi homo... doyan kontol, arrgh gue mo pancut nih"

Asep menggeram sambil memelintir puting susuku, gesekan antara kedua kontol yang berada dilobang pantatku ditambah dengan empotan otot cincin anusku pada kontol Asep membuat dia semakin kelojotan, batang kontolnya berdenyut denyut mengejang keras menyodok dalam dan menumpahkan pejuhnya yang hangat. Akibatnya temannya yang double penetration ikut juaga kelojotan mengejangkan badannya sambil menghentak hentakkan kontolnya sedalam mungkin kedalam lobang pantatku yang semakin licin karena telah dilumuri dengan pejuh Asep dan croooth croooth dia menumpahkan lahar panasnya pula didalam lobang pantatku. Akupun ikut terangsang juga ditambah lagi dengan gesekan perut Asep dengan perutku dengan kontolku diantaranya bagaikan di locoin dan hngngngh hngngh akupun memancarkan pejuhku membasahi perut dan dadaku dan Asep.

Udin tak mau ketinggalan, ikut memuncratkan pejuhnya didalam pangkal tenggorokanku langsung kutelan abis dan kuli yang mengentotin Udin dan mengentotin mulutku membenamkan kontolnya sedalam mungkin kedalam lobang pantat Udin dan croot crot diapun muncrat. Sementara itu kuli lain yang menonton pergumulan kami berlima satu persatu memuncratkan maninya kearahku, membasahi rambutku, muka, mata dan meleleh dibibirku ada pula yang memuncratkannya di tubuhku, anget euy. Sejenak kami terkulai lemes, satu persatu kontol keluar dari sarangnya dari tubuhku dan

"Buka mulutmu, lonte homo murahan, mau aja dientotin kuli... " jari tangannya memaksa rahangku untuk terbuka dan serrr kencingnya keluar dari kontolnya yang masih setengah ngaceng masuk kedalam mulutku

"Telan!" perintahnya dengan bengis, aku tak dapat berbuat apapun selain pasrah saja menelan air kencingnya, dan kuli lain ada pula yang ikutan mengencingi tubuhku yang sudah tergeletak tak berdaya dilantai gudang tersebut. Penampilanku udah nggak karuan, baju dan celana robek compang camping berlumuran keringat, pejuh campur kencing bersatu dengan debu lantai gudang sehingga bagaikan bergelimang lumpur

"Jilat sampai bersih semua kontol, ayo cepetan" kata kuli yang lain tak kalah garangnya, sehingga aku merayap menghampiri semua kontol yang disodorkan padaku untuk dijilat sampai bersih, hmm nyam nyam aku menjilat bagaikan kucing sedang membersihkan bulunya terhadap kontol kontol tersebut, dan setelah bersih kontol mereka satu persatu meninggalkan diriku

"Minta rokoknya dong" ternyata kuli yang aku taksir pertama tadi telah berdiri mengangkangi belakang punggungku bersama temannya
"Boleh, asal tukeran dengan cerutu ini" jawabku tersenyum sambil memberikan rokok padanya dan sebelah tanganku mengusap lagi tonjolan kontolnya. Astaga, nggak ada capek-capeknya kuli perkasa ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.