Minggu, 29 Januari 2012

Kuli Pelabuhan : Versi Kuli

Siang itu kapal yang bermuatan beras merapat di pelabuhan Sunda Kelapa. Aku dan sebelas orang kuli pelabuhan lainnya mendapat pekerjaan untuk memindahkan beras tersebut ke truk yang telah berjajar menunggu di pinggir gudang pelabuhan sejak pagi hari. Satu persatu karung beras kami pindahkan dari kapal munuju truk tersebut, sementara matahari bersinar dengan teriknya membuat udara sedemikian panasnya sehingga keringat membasahi pakaianku sampai kuyup dari baju hingga celana. Setelah beberapa lama bekerja baru kusadari ada seorang anak muda yang duduk merokok dibawah naungan atap gudang yang sedari tadi mengamati lalu lalangnya kuli pelabuhan mengangkat beras, kulitnya putih bersih, bajunya kaos putih menempel ketat di badannya yang langsing. Dari penampilannya sementara aku teringat dengan brondong tela (lonte lanang) di dekat bedeng tempat aku kost yang sering mengintip aku mandi disumur dekat bedeng itu.

Setelah semua beras terangkut dari kapal, sebagian dari temanku langsung istirahat dibawah pohon di dekat pagar pelabuhan dan sebagian lagi menuju warung di depan gudang untuk membeli makanan dan minuman sedangkan aku mendekati anak muda tersebut, paling tidak minta rokoknya syukur kalo bispak, soalnya aku udah 1 bulan ini nggak punya uang untuk ngentotin lonte yang ada di sekitar pelabuhan ini.

" Boleh minta rokoknya, Mas ", kelihatan dia agak terkejut ketika aku telah berada di depannya.

" Silahkan, Mas " katanya sambil menyodorkan bungkus rokoknya, dan aku ambil sebatang dan menghidupkan rokok tersebut. Mata anak ini tak lepas memandang kontolku yang membayang dibalik celana pendek yang telah basah kuyup oleh keringat, akupun duduk jongkok didekatnya sambil mengisap rokok pemberiannya.

Tak lama kemudian tangan anak itu mulai meraba pahaku menjalar sampai menyentuh kepala kontolku yang menyembul dibalik celana pendek karena aku tak pernah pake CD,..... aku biarkan saja sambil menikmati sentuhannya yang semakin lama semakin berani itu. Kontol aku yang cukup gede ini memang selalu menarik perhatian orang, dan aku sering mendapatkan ngentot gratis dari lonte yang kemaleman nggak laku atau brondong tela yang napsu banget minta di entot.

olehku.

" Aku pengen lihat kontol Mas kalo ngaceng " pintanya

Hmm, benar dugaan pertamaku, anak ini termasuk brondong tela juga. Aku berdiri dan mengajaknya ke tumpukan kontainer yang ada disamping gudang itu, dia mengikutiku dari belakang. Sesampainya di kontainer itu aku buang puntung rokok dan mulailah kutelanjangi brondong tela ini. Badanya putih mulus, kulitnya halus mirip cewek dan pantatnya putih dan kencang membuat aku bernapsu untuk mengentotinya. Kontolku yang sudah mulai berontak kukeluarkan dari ritsleting celana dan brondong tela itu aku angkat pada kedua pahanya sehingga lobang pantatnya terbuka siap untuk dirojok dengan kontolku, pada saat mengangkatnya bajuku yang sudah lapuk itu terasa robek dibelakang dan jahitan pinggir luar celanakupun lepas membuat aku merasa semakin perkasa. Badan brondong tela itu aku angkat naik turun seirama dengan tusukan kontolku ke lobang pantatnya yang masih sempit dan hangat itu. Dia mendesah desah keenakan karena rojokan kontolku dan aku jilati bibirnya, lehernya, putingnya kugigit gigit membuat dia semakin menggelinjang diatas kontolku yang semakin dalam masuk kelobang pantatnya. Setelah puas ngentot berdiri aku turunkan brondong tela itu dan dia menciumi badanku dar mulai dada, kepusar dan turun kejembut serta buah pelerku. Aku semakin terangsang diabuat brondong tela ini, ternyata jauh lebih asyik dibanding ngentotin lonte pelabuhan, mulutnya terbuka ketika aku sogok dengan kontolku dan dengan lihainya dia menjilati, mengulum dan mengisap membuat aku tak tahan lagi dan kupegang belakang kepalanya mulailah kuentoti mulunya sedalam dalamnya sampai kebelakang mulutnya.

" Entot, entttooot enakkan kontolku ini "

" Mmmppfffh....mmmppffh....." dia tak bisa ngomong lagi karena mulutnya telah penuh dengan kontolku yang keluar masuk kedalam kerongkongannya.

Lagi enak enaknya ngentotin mulut brondong tela ini, 4 orang temanku masuk kedalam kontainer, aku mengedipkan mata supaya mereka tidak membuat brondong tela itu takut. Bagi kami pekerja kasar nonton orang ngentot adalah hal biasa, karena didalam bedeng berisi 8 orang kuli tidak ada pemisah antara satu dengan lainnya sehingga kalo ada yang membawa lonte untuk dientot didalam bedeng maka semua dapat melihatnya dan kalo perlu ikut ambil jatah, minimal melihat teman ngloco atau ngloco bareng sudah menjadi pemandangan sehari hari.

Ke empat temanku sudah terangsang berat melihat aku ngentotin mulut brondong tela ini, satu persatu mereka mengeluarkan kontolnya dan mengelus elus senjatanya masing masing sambil mendekati kami. Olan dan Marten mulai bergantian dan kemudian bareng bareng merojok lobang pantat brondong tela yang baru saja aku entot, sedangkan Pardi menyodorkan kontolnya yang gede itu agar diisap bareng dengan kontolku yang sudah terlebih dahulu didalam mulut brondong tela. Marno ngloco sambil melocoin kontol brondong tela yang sudah ngaceng berat itu. Keringat membasahi sekujur tubuh kami dan semakin banyak karena udara didalam kontainer tersebut sangat panas. Secara bergantian posisi kami mengentoti brondong tela ini, kadang kadang aku bersama Marno merojok lobang pantat sedangkan Olan dan Pardi dimulut, Marten ngloco. Olan berbaring, brondong tela menduduki kontolnya Olan, Pardi masuk dari belakang, kami bertiga bergantian ngentotin mulutnya.

Satu persatu mulai ngecret, Pardi duluan sambil teriak teriak keenakkan, disusul Marno bersamaan dengan si brondong tela, kemudian aku, Marten dan terakhir Olan. Air mani berhamburan dimana mana, si brodong penuh berlumuran mani dari kepala sampai pantat, tinggal lenguhan dan desahan nafas yang terdengar di dalam kontainer itu.

" Kau jilat sampai bersih kontol kami..." perintah Olan pada brondong tela itu. Diapun mulai menjilati kontol dan buah peler kami satu persatu hingga bersih, kamipun pergi meninggalkannya sendiri telanjang bulat berlumur mani di dalam kontainer itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.