Selasa, 31 Januari 2012

Merogoh Kontol Remaja

Hari Senin pagi, kesibukan sudah dimulai sehabis fajar di ibukota, Jakarta. Semua orang keluar dari rumah menuju tempat kerjanya masing masing bagaikan anai anai keluar dari sarang, membuat kemacetan lalu lintas sudah menjadi pemandangan biasa, bus kota penuh sesak sudah menjadi pemandangan biasa, kereta api penuh sesak sampai ke atap gerbong sudah menjadi pemandangan biasa, sehingga semua orang menjadi apatis tak perduli lagi dengan urusan orang lain, egois, yang penting dapat mencapai tempat tujuan untuk memulai hari baru setelah istirahat akhir pekan. Begitulah setiap awal minggu di ibukota yang semakin hari semakin padat saja penduduknya sementara prasarana dan sarana umum tak memadai, tak dapat mengejar jumlah pertambahan penduduk akibat doyan ngentotin memek semua, coba kalau kaya kita yang doyang kontol sama kontol, kan nggak meledak jumlah penduduk seperti yang dihadapi sekarang.

Aku berada duduk dideretan paling belakang dalam bis kota pagi ini, penuh sesak, tempat duduk penuh, aisle (gang) penuh orang berdiri kaya ikan sardencis dalam kaleng, bau manusia warna warni bercampur bau keringat ludah basi bubur ketek, winyak wangi minyak gosok minyak angin minyak sinyonyong, entah apalagi namanya pokoknya komplit dah isi bus kota tersebut, berjalan merayap kaya siput menyusuri jalanan yang padat dan bising. Didepanku berdiri seorang lelaki remaja naik dara, anak sekolah lanjutan atas, baju putih kancing terbuka tiga celana abu abu ketat lengket ke paha, memakai tas ransel tipis.

Aku perhatikan dia memepetkan tubuhnya ke tubuh seorang karyawati yang berdiri didepannya, sambil menggesek gesekkan perlahan tonjolan kontolnya ke pantat karyawati tersebut mengikuti irama goyangan bis yang sedang merayap perlahan, sudah menjadi pemandangan biasa juga, banyak lelaki yang mengambil kesempatan dalam kesempitan bis kota maupun sarana transportasi umum lainnya menyalurkan fantasi seksnya. Meraba, mengusap, mengelus, menggesek, menonjok setiap jengkal tubuh wanita malang yang terperangkap, bahkan tak jarang yang mengambil kesempatan mencium menjilat sampai menggelitik tubuh wanita yang menjadi korban korban.

Pernah malah aku melihat didepan mata, jari telunjuk seorang laki laki penumpang bis mengambil kesempatan menggerayangi sampai masuk ke sela celana dalam seorang wanita mengobok obok memek wanita yang sedang berdiri terjepit diantara himpitan penumpang bis, anehnya siwanita malah diam saja ataukah dia malah menikmati kobokan jari di memek basahnya itu? entahlah, tapi itulah yang terjadi. Penumpang bis yang duduk disebelahku beranjak berdiri mau turun di halte berikut, aku menggamit tubuh anak remaja yang tengah asyik menggesek kontol itu mempersilahkan dia duduk disebelahku menggantikan tempat penumpang yang baru saja bangkit tadi. Dia tak menolak tawaranku untuk duduk dan beringsut ingsut dia akhirnya masuk dan duduk disebelah kananku.

Tampak olehku tonjolan kontolnya tercetak tegas dibalik celana seragamnya dan ada setetes noda pre cum diujung kepala kontolnya, hmm... tak pakai celana dalam juga anak ini sama seperti diriku saat itu. Bis bergoyang miring kekanan, aku mengambil kesempatan untuk seolah ikut oleng dan refleks tangan kananku seakan mencari tempat bertumpu, plop... telapak tanganku memegang paha kirinya yang berisi tonjolan kontolnya tadi, aiihh, gede juga ini batang kontol untuk anak remaja sekitar usia 16 - 18 tahun, batinku, hampir setengah panjang pahanya, keras berdenyut denyut karena sentuhan tanganku. Dia diam saja tak ada reaksi menolak ketika telapak tanganku masih saja memegang batang kontolnya yang tegang keras bagaikan pentungan kayu itu.

"Maaf ya" kataku sambil menoleh padanya
"Tak apa, enak koq" katanya tersenyum, bahkan kini tangannya memegang punggung tanganku yang berada di kontolnya dan menuntun tanganku untuk mengosok gosok batang kontol ngacengnya itu. Wajahnya tampak lebih dewasa dari usianya, bekas jerawat batu menghiasi kulit, guratan petunjuk adanya lonjakan hormon lelaki jantan muda perkasa yang membuncah menggelegak. Jakunnya gede naik turun dilehernya yang kekar basah berkeringat dan kulit dadanya merah, androgen flush, lecutan hormon lelaki yang menggelora.

Tanganku mulai mengelus mengusap batang kontolnya semakin lama semakin kuat dan kencang, kepala kontolnya yang menggelembung aku pilin pilin sampai dia sedikit menggelinjang menggeliat keenakan, semakin kuat... semakin kencang... semakin kuat... semakin kencang tanganku merogoh merancap kontol gede seorang lelaki remaja diatas sebuah bis kota yang penuh sesak dengan manusia. Dan... crrootth crrootth... arrggh diiringi lenguhan pangkal tenggorokannya yang keluar dari mulutnya yang setengah terbuka, dia muncrat membasahi celana seragam sekolahnya, cum stained. Gila anak jaman sekarang, tenang saja dia memuncratkan pejuhnya dihadapan banyak orang, public place, dan sejenak matanya terpejam menikmati orgasmenya.

Bis kota masih saja merayap perlahan, jumlah penumpang naik turun, bukan membuat lega namun semakin padat saja dan udara didalam bis semakin panas dan pengap. Halte tempat seharusnya aku turun terlah terlewati karena keasyikan merogoh merancapi anak remaja yang duduk disebelahku ini, tak masalah lah bila ada mainan baru seperti yang baru aku dapatkan hari ini, aku akan turun bersama dia dimana dia akan turun agar aku dapat mengetahui dimana pula sekolahnya sehingga besok lusa aku dapat pula mencari dia untuk melanjutkan permainan memuaskan birahi seorang lelaki remaja yang baru naik dara ini.

"Locoin lagi dong" bisiknya ditelingaku
"Hmm..." tanganku kembali memegang pahanya yang berisi kontolnya yang sudah basah oleh muncratan pejuhnya tadi. Gila ! Dia sudah ngaceng lagi, rupanya kontolnya yang licin basah oleh pejuh bergesekan dengan celana seragamnya yang ketat membuat dia kembali horny, dasar anak muda, keringat sudah mengalir bagaikan anak sungai di dadanya dan membasahi bajunya, nggak ada capek capeknya merancap.

Aku segera mengelus menggenggam mengocok batang kontolnya yang basah licin oleh pejuhnya, kembali kepala kontolnya aku pilin pilin dan dia merintih mendesah mengerang tertahan, ahh... sshh... ahh... enak mas, ohh lagi mas... yang kuat, ahh... sshh, yang kencang mas... arrgghh. Tangannya masuk kebaju dengan kancing terbuka tiga mengusap usap pentilnya menikmati setiap rogohanku pada kontolnya yang keras berdenyut denyut itu, bau pejuh lelaki muda yang legis menyeruak menggelitik indera penciumanku bercampur dengan bau manusia yang warna warni di dalam bis.

Semakin kuat, semakin kencang, semakin kuat, semakin kencang, maju mundur, kekiri kekanan mengikuti irama goyangan bis kota, semakin terangsang dia dan kembali muncratan pejuh berkali kali dan berkali kali membasahi celana seragamnya yang memang sudah basah oleh pejuh sebelumnya diiringi gigilan dan gelinjang tubuhnya yang meregang bagaikan seorang yang melepaskan beban yang sangat berat... arrggh... arrggh... Telapak tanganku basah juga oleh lelehan pejuhnya, aku jilat sambil tersenyum memandang dalam bola matanya yang kini teduh puas menikmati orgasme.

"Pejuhmu anget legit, kental, kontol loe juga nge-joss banget" bisikku padanya, dia hanya tersenyum manis. Halte berikut dia beringsut keluar dengan celana seragam abu abu berlumuran pejuh dan aku mengikutinya dari belakang. Gerbang sekolah sudah terkunci rapat, dia terlambat dan hari itu seharian penuh kami habiskan dengan berpagut bergumul bersetubuh dikamar sebuah losmen didekat sekolahnya, mulut dan lobang pantatku entah berapa kali diembat kontolnya yang gede panjang ngaceng tegak mencuat, dan pejuhnya itu bukan main produktifnya seakan tak ada habis habisnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.