Rabu, 11 April 2012

Liburan Bersama Paman Di Desa

Liburan sekolah yang menyenangkan, aku menyetir mobilku sendiri menuju rumah kakek di desa. Rumah kakek memang cukup jauh dan biasanya liburan seperti ini selalu saya isi dengan mengunjungi rumah kakek. Yang paling saya sukai disana adalah pemandangan desanya dan juga hari-hari dimana kami sekeluarga berpesta jagung di sawah.

Perjalanan yang jauh membuatku sangat lelah, dan setiba di rumah kakek aku langsung mandi. Tidak seperti biasa, rumah kakek kini sepi, kakek pergi ke rumah adiknya dan rencananya akan menginap di sana karena pernikahan cucunya. Sementara aku disini sendiri ditemani dengan pamanku yang kebetulan sedang mendapatkan libur tiga hari setelah lembur malam. kebetulan paman juga lelah dan kami tidak ada rencana untuk ikut kakek ke rumah adiknya itu.

Setelah mandi, sore itu juga aku diajak pamanku ke sawah melihat jagung yang sudah siap panen sambil menunggangi RX-King miliknya. Kami pun tiba di gubuk milik kakek dan setelah meletakkan barang-barang, aku berlari ke sungai kecil yang ada di dekat sawah kakekku. Kubasuh mukaku dan kurasakan sejuknya air sungai yang jernih itu. Sementara pamanku mulai asyik memetik jagung dan menyiapkan perapian.

Perapianpun menyala dan jagung beserta kulitnya dimasukkan, sambil menunggu jagung matang, paman langsung membuka pakaian sementara tubuhnya yang kekar dan mulus itu membuatku terangsang. Paman pun mulai masuk kedalam sungai dan mandi, sementara aku hanya menikmati tubuhnya dalam air. Tanpa sadar ia langsung menarikku ke dalam air dan aku pun jatuh dan akhirnya basah. Aku malah tertawa dan ia pun menyuruhku membuka baju, dan akhirnya kulucuti seluruh pakaianku. Kami pun mandi bersama.

Suasana saat itu memang sedang mendung dan angin yang berhembuspun sangat dingin, sementara suasana di sana sangat sepi dimana orang-orang umumnya telah meninggalkan sawah mereka. Kurapatkan tubuhku ke tepi dan melihat jamku, ternyata telah menunjukkan jam tujuh sore. Kami pun bangun dan aku mulai menjemur pakaianku yang basah di gubuk milik kakek. Kami masih telanjang hingga aku menggigil kedinginan dan akhirnya pamanku mendekap dari belakang. Saya pun duduk di dekat perapian dalam dekapan paman. Aku merasakan detak jantungku berdebar dengan kencang, namun semakin tenang setelah kehangatan api dan tubuh paman mulai menyelimuti diriku.

Paman merebahkan dirinya kebelakang dan aku pun berbalik. Kulihat milik paman yang menegang dan berdiri tegak ke atas seolah-oleh berkata hisaplah aku. Aku pun berbalik dan memainkan milik paman namun paman tetap diam, dan aroma maskulin itu terasa masuk ke hidungku membuatku mabuk dan langsung menjilati milik pamanku.

Tanpa sadar tangan paman mendorong kepalaku sehingga kontolnya masuk kedalam mulutku, dan aku mengerti bahwa ia ingin agar aku mengulum miliknya. Ia pun bangun dan meraih milikku sehingga kami berada dalam posisi enam sembilan. Ia mulai menjilati dan menghisap kontolku. Oh kenikmatan yang tak dapat digambarkan dalam suasana malam di atas hamparan rumput di sawah. Kami pun teringat jagung kami dan berhenti melakukan aktivitas sejenak dan mencicipi jagung yang tadi kami bakar.

Setelah menyantap hidangan malam yang nikmat, paman langsung menyodorkan hidangan penutup. Ku kulum milik paman dan akhirnya paman mencabutnya dan menancapkannya kedalam anusku. Tancapannya itu membuat pejuhku keluar dan akhirnya semakin cepat ia bekerja dan berhenti sejenak menikmati pejuhnya mengalir dalam anusku. Kami pun bangkit dan mencuci milik kami masing-masing dan mengenakan pakaian.

Malam itupun kami pulang, namun dalam perjalanan yang dingin itu aku hampir mengigil karena pakaian basah yang kukenakan. Tetapi kehangatan tubuh paman membuatku tetap hangat selama dalam perjalanan. Kami pun sampai di rumah dan langsung menuju kamar mengunci pintu rapat-rapat dan merebahkan diri bersama tanpa busana menikmati nikmatnya tidur berdua. Aku bangun dan memandang wajah paman, ia tersenyum memandangku dan mulai menarik wajahku dan melumat habis isi bibirku, dan kami menikmatinya hingga tertidur.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.