Jumat, 13 April 2012

Tahun Baru Pacar Baru

Malam senin, tepatnya malam Tahun baru 2001. Aku bersama pacarku pergi melihat pertunjukkan tahun baru di sebuah pusat belanja. Namun sebelum itu kami berdua menonton film kegemaran kami di bioskop yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Sebenarnya saya tidak mencintai dia, kami hanya berpacaran main-main (kata orang : cinta monyet), karena orangnya cantik dan asyik kalau di ajak jalan, karena semua orang jadi memandangi kami terutama bodinya dia. Sebenarnya aku seorang gay, aku hanya mengajaknya karena menutupi kegay-anku.

Jam telah menunjukkan pukul sebelas malam, kami pun menonton peragaan busana. Banyak peragawan dan peragawati berjalan di panggung memamerkan busana. Aku tertegun dengan seorang pragawan yang begitu ganteng dan berpenampilan oke serta cocok mengenakan busana apa saja belum lagi didukung bodinya yang oke. Aku berfikir apa mungkin seperti kata orang biasanya pragawan itu kebanyakan adalah seoarang gay. Aku pun memandangi wajah dan tubuh peragawan itu dari mulai dia memasuki panggung hingga berada di ujung panggung di hadapanku.

Tampaknya ia sadar bahwa ada yang memperhatikannya. Aku kaget saat ia memandangku juga dan tersenyum sambil memainkan alis kirinya. Jantungku berdebar-debar tetapi bahkan suara gemuruh dan tepuk tangan penonton tak kuhiraukan ketika sang peragawan itu melakukan aksinya di hadapanku. Aku pun mulai tenang dan berfikir pasti itu bukan ditujukan padaku. AKu hanya bisa tersenyum balik dan kembali menikmati peragawan selanjutnya.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12 malam, dan beberapa menit lagi menuju tahun 2001. Kami asyik riang gembira, berpesta dan bersuka ria bersama teman-teman yang lain. Aku pun meninggalkan pacarku yang sedang asik mengobrol dengan teman wanitanya. Aku beranjak hendak mengambil segelas minuman dan ketika aku mengangkat segelas minuman, seseorang telah menepuk pundakku. Aku pun berbalik dan kulihat sang peragawan yang tadi menatapku telah ada di hadapanku.

Aku terkejut hingga membuat cangkir minuman yang kupegang tumpah dan membasahi celanaku. Ia menawarkan celana ganti, lalu aku setuju saja karena celanaku sudah basah terkena minuman. Kami berkenalan dan berjalan sambil berbincang menuju pacarku untuk memberitahukan bahwa aku harus ke dalam mengganti celanaku yang basah dan tidak bisa menemaninya saat detik-detik tahun baru. Ia mengerti dan kuperkenalkan pula teman baruku sang peragawan tadi. Ia tersenyum dan mereka berbincang sedikit dan peragwan tersebut meminta maaf karena mengejutkan aku.

Kami berdua pergi ke lantai atas ke ruang ganti busana. Di lantai atas sangat sepi sekali sebab semua orang sudah turun ke lantai bawah untuk mengikuti pesat tahun baru. Hanya kami berdua yang ada di lantai atas, kami ke ruang ganti dan andre nama pragawan itu meengambil celana cdangannya. Aku tanpa basa basi langsung membuka celanaku dan ternyata kontolku yang besar mencuat dari celana karena sejak tadi berada dalam rangkulan andre. Sengaja aku tidak menyuruh andre keluar karena ingin sekali melihat reaksinya.

Aku berbalik kepada andre dan menanyakan mana celananya, tak kusangka andre sambil memegang celananya terus memandangi kontolku yang besar dan ingin keluar dari kandangnya. Aku pun melihat kontolnya mulai menegang dan tampak jelas dari luar, lalu kami pun sama sama menelan ludah dan saling berpandangan. Tanpa diperintah, kami telah mengerti satu sama lain, kami langsung berpelukan dan andre melumat bibirku dan kamipun asyik berciuman dan bermain lidah hingga tak menyadari lonceng tahun baru telah berbunyi.

Ia menarik celana dalamku dan menciumi kontolku kemudian mengocok dan menghisapnya. Aku merasa keenakan hingga meremas rambutnya. Ia bangun dan membuka retsletingnya dan mengeluarkan kontolnya untuk kuhisap, ia membiarkan aku menghisap kontolnya, hingga ia kemudian berada dibelakangku dan mulai membasahi anusku dengan liurnya.

Perlahan-lahan ia tancapkan kontolnya dan ditariknya keluar masuk yang mambuatku terasa skit namun menyenangkan. Sambil ngentot ia mengocok kontolku... hingga aku tak tahan lagi dan berkata
"dre aku sudah gak tahan lagi nih..",
Andre kemudian cepat-cepat melepas kontolnya dan menghisap kontolku dan kutnacapkan dalam-dalam hingga pejuhku keluar di tenggorokannya. Andre menjilatinya hingga bersih dan kemudian melanjutkan entotannya padaku. ternyata andre kuat sekali, ia mengentotku cukup lama hingga akhirnya terasa sesuatu yang hangat mengalir di anusku.

Andre terus mendekapku dan tak melepaskan kontolnya. Hingga akhirnya ia melepaskan dekapannya dan aku pun berganti celana. Ia menghampiriku dan memberiku sebuah kartu nama dan aku pun memberikannya kartu namaku. Andre pun mencium keningku dan kami berdua kembali berjalan turun ke bawah menikmati pesta tahun baru yang sudah hampir selesai. Aku takkan pernah melupakan malam tahun baru yang sangat berarti dalam hidupku ini.

1 komentar:

adi mengatakan...

kren

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012 GAY INDO STORY. All rights reserved.